Jakarta, 24 Mei 2026 – Warga Depok kembali dihebohkan oleh beredarnya video dan informasi mengenai kemunculan pocong yang disebut-sebut terlihat di salah satu kawasan permukiman pada malam hari. Rekaman yang viral di media sosial itu memperlihatkan sosok putih berdiri di pinggir jalan dan langsung memicu berbagai reaksi warga, mulai dari rasa takut hingga rasa penasaran. Namun setelah dilakukan penelusuran, pihak kepolisian memastikan bahwa informasi tersebut hanyalah hoaks dan tidak ditemukan adanya kejadian mistis seperti yang ramai diperbincangkan publik. Pengamat sosial menjelaskan bahwa isu berbau mistis seperti pocong masih sangat mudah viral di Indonesia karena berkaitan erat dengan budaya populer, rasa takut kolektif, dan rasa penasaran masyarakat terhadap hal-hal supranatural.
Menurut keterangan aparat dan warga sekitar, video tersebut diduga sengaja dibuat untuk konten media sosial dan kemudian menyebar luas tanpa penjelasan konteks yang jelas. Beberapa warga mengaku sempat panik dan takut melintas di area yang disebut dalam video karena percaya bahwa sosok tersebut benar-benar nyata. Pengamat komunikasi digital menjelaskan bahwa media sosial saat ini membuat informasi visual menyebar sangat cepat, terutama konten yang memancing emosi seperti ketakutan, kejutan, atau misteri. Dalam banyak kasus, video dengan nuansa horor sering viral karena memicu rasa penasaran publik dan mudah dibagikan antar pengguna media sosial tanpa proses verifikasi terlebih dahulu.
Fenomena hoaks bertema pocong sebenarnya bukan pertama kali terjadi di wilayah Depok maupun kota-kota lain di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak kasus serupa muncul dengan berbagai motif mulai dari sekadar candaan, konten hiburan, hingga upaya mencari perhatian di media sosial. Pengamat budaya populer menjelaskan bahwa karakter pocong memiliki posisi unik dalam budaya horor Indonesia karena sudah sangat dikenal masyarakat melalui cerita rakyat, film, dan pengalaman mistis yang berkembang secara turun-temurun. Karena itu, isu tentang pocong sering lebih mudah dipercaya dan cepat menimbulkan keresahan dibanding hoaks biasa.
Di sisi lain, pihak kepolisian mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Pengamat keamanan digital menjelaskan bahwa penyebaran hoaks dapat memicu kepanikan publik dan mengganggu ketertiban masyarakat apabila tidak segera diluruskan. Selain itu, konten yang sengaja dibuat menyesatkan demi popularitas media sosial juga dapat menimbulkan dampak sosial negatif, terutama apabila menyebabkan warga takut atau terganggu aktivitasnya akibat informasi palsu yang terus menyebar.
Kasus hoaks pocong di Depok kembali menunjukkan pentingnya literasi digital di tengah derasnya arus informasi media sosial saat ini. Pengamat sosial menilai masyarakat perlu lebih kritis dan tidak langsung mempercayai konten viral tanpa sumber yang jelas dan verifikasi resmi. Dengan meningkatnya kesadaran terhadap bahaya hoaks serta kemampuan memilah informasi secara bijak, masyarakat diharapkan dapat lebih tenang menghadapi berbagai isu viral yang sering muncul di ruang digital, termasuk konten bertema mistis yang sengaja dibuat untuk memancing perhatian publik.





