Jakarta, 11 Oktober 2026 – Harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamina pada Minggu, 11 Oktober 2026, masih menjadi perhatian masyarakat yang ingin mengetahui perkembangan tarif terbaru di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Berdasarkan daftar harga yang berlaku pada Oktober 2026, sejumlah produk BBM Pertamina belum mengalami penyesuaian dibandingkan periode sebelumnya. Untuk wilayah DKI Jakarta, Pertalite masih dibanderol Rp10.000 per liter, sedangkan Pertamax berada di angka Rp15.950 per liter. Harga tersebut menjadi acuan bagi masyarakat dalam memperhitungkan kebutuhan bahan bakar kendaraan sehari-hari. Perbedaan harga antarproduk juga perlu diperhatikan karena masing-masing jenis BBM memiliki spesifikasi dan karakteristik penggunaan yang berbeda.
Untuk wilayah DKI Jakarta dan sejumlah provinsi di Pulau Jawa, daftar harga BBM Pertamina pada Oktober 2026 mencakup Pertalite sebesar Rp10.000 per liter dan Biosolar subsidi Rp6.800 per liter. Sementara itu, Pertamax dijual Rp15.950 per liter, Pertamax Green 95 Rp19.150 per liter, dan Pertamax Turbo Rp19.600 per liter. Pada kelompok bahan bakar diesel nonsubsidi, Dexlite dibanderol Rp23.700 per liter, sedangkan Pertamina Dex mencapai Rp25.200 per liter. Harga tersebut mengacu pada penyesuaian yang telah berlaku sejak September dan masih digunakan pada awal Oktober. Masyarakat perlu memperhatikan bahwa harga BBM nonsubsidi dapat berbeda di sejumlah wilayah Indonesia.
Pertalite menjadi salah satu produk BBM yang banyak digunakan masyarakat karena memiliki harga lebih rendah dibandingkan jenis bensin nonsubsidi. Bahan bakar dengan angka oktan RON 90 tersebut tetap dipasarkan dengan harga Rp10.000 per liter sesuai kebijakan pemerintah. Sementara itu, Biosolar subsidi yang digunakan pada kendaraan bermesin diesel tertentu masih berada di angka Rp6.800 per liter. Kedua jenis BBM tersebut memiliki ketentuan penyaluran yang berbeda dibandingkan produk nonsubsidi. Pemerintah mempertahankan kebijakan harga BBM bersubsidi dengan mempertimbangkan daya beli masyarakat dan kebutuhan energi nasional.
Pada kategori bensin nonsubsidi, Pertamax dengan RON 92 masih dipasarkan Rp15.950 per liter untuk wilayah Jakarta. Produk ini menjadi salah satu pilihan bagi pengguna kendaraan yang membutuhkan bahan bakar dengan angka oktan lebih tinggi dibandingkan Pertalite. Pertamax Green 95 tercatat memiliki harga Rp19.150 per liter setelah mengalami penyesuaian pada September 2026. Sementara itu, Pertamax Turbo dengan RON 98 dipasarkan Rp19.600 per liter dan ditujukan bagi kendaraan yang membutuhkan spesifikasi bahan bakar sesuai rekomendasi pabrikan. Pemilihan BBM sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan mesin agar performa kendaraan tetap terjaga.
Harga bahan bakar diesel nonsubsidi juga menjadi perhatian, terutama bagi pengguna kendaraan pribadi dan operasional usaha yang menggunakan mesin diesel. Dexlite tercatat dijual Rp23.700 per liter, sedangkan Pertamina Dex berada pada harga Rp25.200 per liter di wilayah Jakarta. Perbedaan harga tersebut berkaitan dengan spesifikasi dan karakteristik masing-masing produk. Pengguna kendaraan diesel perlu memperhatikan rekomendasi bahan bakar dari produsen kendaraan sebelum menentukan pilihan. Penggunaan BBM yang sesuai dapat membantu menjaga efisiensi pembakaran serta mendukung kinerja mesin dalam jangka panjang.
Pergerakan harga minyak mentah dunia menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penetapan harga BBM nonsubsidi di Indonesia. Selain harga minyak internasional, nilai tukar rupiah dan biaya distribusi juga dapat memengaruhi perhitungan harga jual bahan bakar. Kondisi pasar energi global yang dinamis membuat penyesuaian harga BBM dapat terjadi secara berkala. Meski terdapat perkiraan kenaikan harga pada Oktober, daftar yang berlaku pada awal bulan masih menunjukkan sejumlah produk belum mengalami perubahan. Karena itu, masyarakat disarankan memperhatikan pengumuman resmi sebelum menyimpulkan adanya kenaikan atau penurunan harga.
Perbedaan harga BBM antarwilayah juga perlu menjadi perhatian bagi masyarakat yang melakukan perjalanan lintas provinsi. Harga produk nonsubsidi dapat dipengaruhi oleh ketentuan pajak bahan bakar kendaraan bermotor serta faktor distribusi di masing-masing daerah. Akibatnya, harga Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex di luar Pulau Jawa tidak selalu sama dengan harga di Jakarta. Konsumen dapat memeriksa informasi harga yang berlaku di lokasi pengisian untuk memperoleh nominal yang sesuai. Langkah tersebut penting terutama bagi pengguna kendaraan yang melakukan perjalanan jarak jauh atau memiliki kebutuhan bahan bakar dalam jumlah besar.
Daftar harga BBM Pertamina pada 11 Oktober 2026 menjadi informasi penting bagi masyarakat dalam merencanakan pengeluaran transportasi dan kebutuhan operasional kendaraan. Pertalite masih berada pada harga Rp10.000 per liter, sementara Pertamax tercatat Rp15.950 per liter berdasarkan acuan harga Oktober di Jakarta. Produk nonsubsidi lainnya memiliki harga berbeda sesuai spesifikasi dan kategori bahan bakar masing-masing. Masyarakat perlu tetap memperhatikan kemungkinan perubahan harga serta perbedaan tarif berdasarkan wilayah penjualan. Dengan mengetahui perkembangan harga BBM, konsumen dapat memperkirakan kebutuhan biaya perjalanan dan memilih bahan bakar yang sesuai dengan spesifikasi kendaraannya.





