Jakarta, 26 Oktober 2026 – Hujan merupakan salah satu bentuk rahmat Allah SWT yang memiliki peran penting bagi kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan. Dalam ajaran Islam, umat Muslim dianjurkan untuk memanjatkan doa ketika menghadapi musim kemarau atau kekeringan berkepanjangan. Doa memohon hujan menjadi salah satu bentuk ikhtiar spiritual untuk meminta pertolongan Allah SWT agar menurunkan air yang membawa keberkahan. Rasulullah SAW juga memberikan tuntunan mengenai bacaan doa yang dapat diamalkan ketika membutuhkan hujan. Terdapat sejumlah doa yang dapat dibaca secara pribadi maupun bersama-sama dalam rangka memohon turunnya hujan.
1. Doa Memohon Hujan yang Bermanfaat
Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah SAW untuk memohon turunnya hujan memiliki bacaan singkat dan mudah dihafalkan. Doa ini diriwayatkan dalam hadis sahih dan berisi permohonan agar Allah SWT menurunkan hujan yang memberikan manfaat bagi kehidupan.
Bacaan Arab:
اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيثًا مَرِيئًا مَرِيعًا نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ عَاجِلًا غَيْرَ آجِلٍ
Bacaan Latin:
Allahummasqinaa ghaitsan mughiitsan, marii’an marii’an, naafi’an ghaira dhaarrin, ‘aajilan ghaira aajil.
Artinya:
“Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang menolong, menyegarkan, menyuburkan, bermanfaat dan tidak membahayakan, yang segera turun dan tidak ditunda.”
Doa tersebut mengandung permohonan agar hujan tidak sekadar turun, tetapi juga memberikan manfaat bagi tanah, tanaman, serta kebutuhan masyarakat. Umat Muslim dapat membacanya ketika menghadapi kekeringan atau saat membutuhkan air hujan untuk menunjang kehidupan sehari-hari.
2. Doa Singkat Meminta Turunnya Hujan
Selain doa panjang, Rasulullah SAW juga mengajarkan permohonan hujan dengan bacaan yang lebih singkat. Doa ini diriwayatkan dalam hadis tentang seorang laki-laki yang meminta Rasulullah SAW berdoa karena kekeringan melanda wilayahnya.
Bacaan Arab:
اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا
Bacaan Latin:
Allahumma aghitsnaa, Allahumma aghitsnaa, Allahumma aghitsnaa.
Artinya:
“Ya Allah, berilah kami pertolongan berupa hujan. Ya Allah, berilah kami pertolongan berupa hujan. Ya Allah, berilah kami pertolongan berupa hujan.”
Bacaan ini memiliki makna mendalam karena menegaskan bahwa manusia membutuhkan pertolongan Allah SWT dalam menghadapi kesulitan. Pengulangan doa sebanyak tiga kali menunjukkan kesungguhan dalam memohon pertolongan. Doa tersebut dapat diamalkan ketika kondisi cuaca kering berkepanjangan dan persediaan air mulai berkurang.
3. Doa Memohon Hujan sebagai Rahmat Allah
Bacaan lainnya adalah doa yang memohon agar Allah SWT menurunkan hujan sebagai rahmat bagi seluruh makhluk. Doa ini juga dikenal dalam tuntunan istisqa atau permohonan hujan.
Bacaan Arab:
اللَّهُمَّ اسْقِ عِبَادَكَ وَبَهَائِمَكَ وَانْشُرْ رَحْمَتَكَ وَأَحْيِ بَلَدَكَ الْمَيِّتَ
Bacaan Latin:
Allahummasqi ‘ibaadaka wa bahaa’imaka, wansyur rahmataka, wa ahyi baladakal mayyit.
Artinya:
“Ya Allah, berilah minum hamba-hamba-Mu dan hewan-hewan ternak-Mu, sebarkanlah rahmat-Mu, dan hidupkanlah negeri-Mu yang mati.”
Doa ini mengandung permohonan yang tidak hanya ditujukan bagi kebutuhan manusia, tetapi juga bagi hewan dan lingkungan. Tanah yang mengalami kekeringan diharapkan kembali subur setelah mendapatkan air hujan. Makna tersebut menunjukkan bahwa Islam mengajarkan kepedulian terhadap keseimbangan alam dan keberlangsungan kehidupan seluruh makhluk.
Anjuran Melaksanakan Salat Istisqa ketika Kemarau
Selain membaca doa, umat Muslim juga dianjurkan melaksanakan salat istisqa ketika menghadapi kekeringan yang berkepanjangan. Salat istisqa merupakan ibadah sunah yang dilaksanakan untuk memohon turunnya hujan kepada Allah SWT. Pelaksanaannya dilakukan sebanyak dua rakaat dan dapat diselenggarakan secara berjemaah di lapangan atau tempat yang memungkinkan. Dalam pelaksanaannya, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak istigfar, bertobat, dan memohon ampunan kepada Allah SWT.
Doa memohon hujan menjadi pengingat bahwa manusia memiliki keterbatasan dalam menghadapi berbagai kondisi alam. Selain berdoa, masyarakat tetap perlu melakukan upaya nyata untuk menjaga ketersediaan air, melindungi lingkungan, dan menggunakan sumber daya alam secara bijaksana. Ketiga bacaan doa tersebut dapat menjadi amalan bagi umat Muslim ketika menghadapi musim kemarau maupun saat membutuhkan hujan yang membawa keberkahan. Dengan memadukan ikhtiar spiritual dan tindakan nyata, masyarakat diharapkan mampu menghadapi dampak kekeringan dengan lebih baik.





