Jakarta, 13 Mei 2026 – Staf Ahli Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) meminta pemerintah daerah di berbagai wilayah untuk memperkuat program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) sekaligus meningkatkan pemberdayaan bagi kelompok lanjut usia atau lansia. Langkah tersebut dinilai penting dalam mendukung kesejahteraan keluarga serta meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.
Dalam kegiatan pembinaan dan evaluasi program PKK, Staf Ahli TP PKK menegaskan bahwa UP2K memiliki peran strategis dalam membantu masyarakat, khususnya kaum perempuan dan keluarga, untuk mengembangkan usaha produktif skala kecil. Program tersebut diharapkan mampu menjadi sarana peningkatan pendapatan keluarga melalui berbagai kegiatan ekonomi kreatif dan usaha rumahan.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu memberikan dukungan lebih besar terhadap pelaku usaha UP2K melalui pelatihan keterampilan, bantuan pemasaran, akses permodalan, hingga pemanfaatan teknologi digital. Dengan dukungan yang tepat, usaha kecil masyarakat dinilai memiliki potensi berkembang dan mampu memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah.
Selain penguatan ekonomi keluarga, perhatian terhadap pemberdayaan lansia juga menjadi sorotan utama. Staf Ahli TP PKK menilai jumlah lansia di Indonesia terus meningkat sehingga diperlukan program yang mampu menjaga produktivitas, kesehatan, dan kualitas hidup mereka. Lansia disebut tidak boleh dipandang hanya sebagai kelompok penerima bantuan, tetapi juga sebagai bagian masyarakat yang masih memiliki potensi besar untuk berkontribusi.
Berbagai program pemberdayaan lansia kini mulai didorong, mulai dari kegiatan sosial, pelatihan keterampilan ringan, pembinaan kesehatan, hingga aktivitas ekonomi yang sesuai dengan kemampuan mereka. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menjaga kesehatan mental dan sosial lansia agar tetap aktif dalam kehidupan bermasyarakat.
Pengamat sosial menilai penguatan UP2K dan pemberdayaan lansia memiliki dampak penting dalam membangun ketahanan keluarga di tengah tantangan ekonomi modern. Keluarga yang memiliki sumber penghasilan tambahan dan lingkungan sosial yang sehat dinilai lebih mampu menghadapi tekanan ekonomi maupun perubahan sosial yang terus berkembang.
TP PKK juga mengajak pemerintah daerah memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk komunitas, pelaku usaha, dan lembaga pendidikan untuk mendukung keberhasilan program-program pemberdayaan masyarakat tersebut. Pendekatan berbasis komunitas dianggap lebih efektif karena dapat menyesuaikan kebutuhan masyarakat di masing-masing daerah.
Melalui penguatan program UP2K dan perhatian terhadap kesejahteraan lansia, TP PKK berharap pemerintah daerah dapat menciptakan masyarakat yang lebih mandiri, produktif, dan sejahtera. Upaya tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam membangun kualitas kehidupan keluarga sekaligus memperkuat pembangunan sosial di tingkat daerah maupun nasional.





