Jakarta, 7 November 2026 – Indonesia menjadi salah satu negara dengan kekayaan nikel terbesar di dunia. Komoditas tambang tersebut memiliki peran strategis dalam pengembangan industri baja tahan karat, baterai kendaraan listrik, serta program hilirisasi nasional. Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang dipaparkan pada November 2024, cadangan bijih nikel Indonesia terkonsentrasi di sejumlah provinsi, terutama kawasan Sulawesi dan Maluku. Tujuh provinsi tercatat memiliki cadangan besar yang berpotensi mendukung kebutuhan industri pengolahan mineral dalam negeri.
Maluku Utara menempati posisi teratas dengan cadangan bijih nikel sekitar 1,87 miliar ton dan sumber daya mencapai 5,72 miliar ton. Wilayah Halmahera Timur, termasuk Kecamatan Maba dan Wasile, dikenal sebagai kawasan pertambangan nikel penting. Aktivitas pertambangan dan pembangunan fasilitas pengolahan menjadikan provinsi ini salah satu pusat industri mineral nasional. Maluku Utara juga memiliki peran besar dalam memasok bahan baku untuk kebutuhan industri pengolahan nikel.
Sulawesi Tenggara berada di urutan kedua dengan cadangan bijih nikel sekitar 1,69 miliar ton. Provinsi ini memiliki sumber daya bijih mencapai 6,27 miliar ton, menjadikannya salah satu wilayah dengan potensi nikel terbesar di Indonesia. Kabupaten Kolaka, khususnya kawasan Pomalaa, menjadi pusat kegiatan pertambangan yang telah berkembang selama puluhan tahun. Selain Kolaka, potensi nikel juga tersebar di Konawe, Konawe Utara, dan sejumlah wilayah lainnya. Keberadaan fasilitas pengolahan memperkuat peran Sulawesi Tenggara dalam rantai pasok industri nikel nasional.
Sulawesi Tengah menempati posisi ketiga dengan cadangan sekitar 805 juta ton dan sumber daya bijih mencapai 3,04 miliar ton. Kabupaten Morowali menjadi salah satu pusat industri nikel terbesar di Indonesia berkat keberadaan kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP). Kegiatan pertambangan juga berkembang di Morowali Utara dan beberapa wilayah sekitarnya. Sementara itu, Sulawesi Selatan berada pada posisi keempat dengan cadangan sekitar 603 juta ton. Kabupaten Luwu Timur, khususnya kawasan Sorowako, dikenal sebagai salah satu daerah pertambangan nikel yang telah lama beroperasi melalui kegiatan PT Vale Indonesia.
Maluku menempati posisi kelima dengan cadangan bijih nikel sekitar 148 juta ton dan sumber daya mencapai 1,89 miliar ton. Potensi mineral tersebut menunjukkan bahwa wilayah kepulauan di Indonesia timur masih memiliki peluang pengembangan industri pertambangan. Pada urutan keenam terdapat Kalimantan Selatan dengan cadangan sekitar 122 juta ton. Keberadaan cadangan di provinsi tersebut memperlihatkan bahwa potensi nikel Indonesia tidak hanya terkonsentrasi di Sulawesi dan Maluku. Namun, pengembangan pertambangan tetap memerlukan kajian ekonomi, kesiapan infrastruktur, serta pemenuhan persyaratan lingkungan.
Posisi ketujuh ditempati wilayah Papua Barat yang dalam data terbaru berkaitan dengan Papua Barat Daya, dengan cadangan bijih nikel sekitar 81 juta ton berdasarkan paparan 2024. Salah satu kawasan yang dikenal memiliki potensi nikel adalah Pulau Gag di Kabupaten Raja Ampat. Wilayah tersebut memiliki kekayaan mineral yang bernilai ekonomi, tetapi aktivitas pertambangannya juga membutuhkan perhatian terhadap kelestarian lingkungan. Pemerintah perlu memastikan bahwa pemanfaatan sumber daya mineral dilakukan sesuai ketentuan dan mempertimbangkan keberlanjutan ekosistem setempat.
Besarnya cadangan nikel menjadi modal penting bagi Indonesia untuk memperkuat industri hilirisasi dan meningkatkan nilai tambah komoditas tambang. Hingga September 2026, produksi bijih nikel nasional dilaporkan mencapai 225,3 juta ton, dengan kontribusi terbesar berasal dari Maluku Utara, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Tengah. Meski demikian, besarnya cadangan tidak selalu menunjukkan tingginya produksi karena kegiatan penambangan bergantung pada izin, kuota, dan kemampuan pengolahan. Pemerintah diharapkan terus memperkuat tata kelola pertambangan, pengawasan lingkungan, serta pengembangan industri pengolahan agar kekayaan nikel memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat dan negara.




