Jakarta, 3 September 2026 – Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) resmi mengerucutkan skuad Timnas Voli Putra Indonesia menjadi 12 pemain untuk tampil pada Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Komposisi tersebut merupakan hasil seleksi dari daftar sebelumnya yang berisi 18 pemain. Sejumlah nama berpengalaman tetap dipertahankan, termasuk Farhan Halim, Fahri Septian Putratama, Sigit Ardian, dan Dio Zulfikri. Talenta muda seperti Boy Arnez Arabi juga mendapatkan kepercayaan untuk memperkuat Merah Putih. Indonesia akan berada di Pul B bersama Iran, Thailand, dan Kirgizstan.
Pemangkasan skuad membuat enam pemain yang sebelumnya mengikuti persiapan tidak masuk dalam komposisi akhir. Mereka adalah Jasen Kilanta, Muhammad Malizi, Tedi Oka Syahputra, Raihan Rizky Attorif, Luvi Febrian Nugraha, dan Agil Anggara. Keputusan tersebut membuat tim pelatih membawa komposisi yang lebih ramping dengan dua setter, tiga middle blocker, dua opposite, empat outside hitter, dan satu libero. Pemilihan 12 nama dilakukan untuk mendapatkan keseimbangan permainan sekaligus menyesuaikan kebutuhan Timnas Indonesia selama Asian Games.
Pada posisi setter, Indonesia mempercayakan pengaturan serangan kepada Alfin Daniel Pratama dan Dio Zulfikri. Keduanya memiliki karakter permainan dan pengalaman yang dapat memberikan pilihan bagi tim pelatih dalam menentukan pola serangan. Dio merupakan salah satu pemain berpengalaman yang telah berulang kali memperkuat Indonesia dalam kompetisi internasional. Sementara Alfin menjadi bagian penting dalam regenerasi setter Merah Putih. Kemampuan keduanya dalam mendistribusikan bola akan sangat menentukan efektivitas para penyerang Indonesia.
Untuk posisi middle blocker, tiga pemain yang masuk dalam skuad adalah Raden Ahmad Gumilar, Putra Bagus Hidayatulloh, dan Hendra Kurniawan. Ketiganya akan menjadi tumpuan dalam membangun pertahanan di depan net sekaligus memberikan ancaman melalui quick attack. Hendra termasuk pemain yang telah mendapatkan banyak kesempatan bersama tim nasional dalam beberapa turnamen terakhir. Kehadirannya diharapkan memberikan kestabilan ketika Indonesia menghadapi tim dengan postur dan kekuatan serangan tinggi. Peran middle blocker akan semakin penting ketika Merah Putih berhadapan dengan Iran yang memiliki tradisi kuat dalam bola voli Asia.
Sementara posisi opposite dipercayakan kepada Rama Fazza Fauzan dan Fauzan Nibras. Keduanya dipersiapkan menjadi salah satu sumber angka Indonesia ketika menghadapi pertahanan lawan. Dengan hanya membawa dua opposite, kondisi fisik dan konsistensi kedua pemain akan menjadi perhatian sepanjang turnamen. Tim pelatih juga memiliki kemungkinan melakukan penyesuaian dengan memanfaatkan pemain dari posisi lain apabila dibutuhkan. Fleksibilitas komposisi menjadi penting karena Asian Games menghadirkan jadwal pertandingan dengan tingkat persaingan tinggi.
Sektor outside hitter menjadi salah satu kekuatan utama Indonesia karena dihuni Boy Arnez Arabi, Sigit Ardian, Farhan Halim, dan Fahri Septian Putratama. Farhan dan Fahri memiliki pengalaman panjang bersama tim nasional, sedangkan Sigit memberikan tambahan pengalaman untuk menjaga kedalaman tim. Boy Arnez menjadi salah satu pemain muda yang terus menunjukkan perkembangan dan mendapatkan kepercayaan dalam berbagai agenda Timnas Indonesia. Kombinasi tersebut memberikan pilihan serangan dari sisi sayap sekaligus membantu penerimaan servis dan pertahanan.
Farhan Halim diperkirakan kembali menjadi salah satu pemain yang mendapatkan perhatian besar. Outside hitter tersebut dikenal memiliki servis agresif dan kemampuan menyerang yang dapat menjadi senjata ketika Indonesia membutuhkan angka. Pengalaman tampil dalam berbagai kompetisi internasional juga menjadi modal penting menghadapi tekanan Asian Games. Di sisi lain, Boy Arnez membawa energi generasi baru yang membuat sektor outside hitter Indonesia semakin kompetitif. Perpaduan pemain berpengalaman dan pemain muda tersebut diharapkan membuat pola serangan Merah Putih lebih bervariasi.
Menariknya, Indonesia hanya membawa Fahreza Rakha sebagai libero dalam daftar 12 pemain. Keputusan membawa satu libero membuat Fahreza memegang tanggung jawab besar dalam penerimaan servis dan pertahanan lini belakang. Konsistensinya akan sangat diperlukan karena kesalahan dalam first pass dapat memengaruhi variasi serangan yang dibangun setter. Kondisi tersebut sekaligus membuat pemain lain harus siap membantu aspek pertahanan apabila terjadi situasi yang membutuhkan perubahan komposisi.
Timnas Voli Putra Indonesia akan ditangani pelatih asal Kuba Reidel Toiran dalam Asian Games 2026. Tantangan yang dihadapi sejak fase grup tidak ringan karena Indonesia harus bersaing dengan Iran, Thailand, dan Kirgizstan. Iran merupakan salah satu kekuatan utama voli Asia, sementara Thailand menjadi rival regional yang sudah sangat mengenal karakter permainan Indonesia. Kirgizstan juga tidak dapat dipandang sebelah mata sehingga setiap pertandingan akan menentukan peluang Merah Putih untuk melangkah ke fase berikutnya.
Dengan skuad berisi Alfin Daniel Pratama, Dio Zulfikri, Raden Ahmad Gumilar, Putra Bagus Hidayatulloh, Hendra Kurniawan, Rama Fazza Fauzan, Fauzan Nibras, Boy Arnez Arabi, Sigit Ardian, Farhan Halim, Fahri Septian Putratama, dan Fahreza Rakha, Indonesia membawa kombinasi pengalaman serta regenerasi menuju Aichi-Nagoya. Performa Farhan Halim dan Boy Arnez akan menjadi salah satu yang dinantikan, tetapi keberhasilan Merah Putih tetap bergantung pada kekompakan seluruh pemain. Setelah skuad akhir ditetapkan, fokus berikutnya adalah mematangkan strategi dan kondisi fisik agar Indonesia mampu bersaing menghadapi kekuatan terbaik Asia.





