Jakarta, 7 Mei 2026 – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea menanggapi kritik sebagian buruh terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menegaskan bahwa banyak pekerja saat ini lebih memprioritaskan kebutuhan lapangan kerja dan kepastian ekonomi.
Pernyataan tersebut muncul setelah adanya suara dari sejumlah buruh yang menilai program MBG belum dirasakan manfaatnya secara langsung oleh sebagian kalangan pekerja, terutama mereka yang belum berkeluarga atau masih lajang.
Menurut Andi Gani, kondisi ekonomi dan kebutuhan tiap kelompok masyarakat memang berbeda sehingga respons terhadap suatu program pemerintah juga bisa beragam.
Ia menyebut sebagian buruh lajang lebih fokus pada isu pekerjaan, pendapatan, dan kestabilan ekonomi dibanding program yang dianggap lebih dekat dengan kebutuhan keluarga dan anak.
Karena itu, ia menilai kebutuhan utama yang dirasakan banyak pekerja saat ini adalah tersedianya kesempatan kerja yang luas dan penghasilan yang memadai untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Pengamat ketenagakerjaan menilai pandangan tersebut mencerminkan situasi ekonomi yang masih menjadi perhatian utama masyarakat pekerja, terutama di tengah meningkatnya biaya hidup dan persaingan lapangan kerja.
Bagi sebagian buruh, stabilitas pekerjaan dan peningkatan pendapatan dianggap menjadi kebutuhan paling mendesak karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan hidup mereka.
Meski demikian, program MBG sendiri disebut memiliki tujuan jangka panjang dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.
Pemerintah sebelumnya menyampaikan bahwa program tersebut dirancang sebagai bagian dari investasi sumber daya manusia dan upaya meningkatkan kualitas generasi mendatang.
Pengamat kebijakan publik menilai perbedaan pandangan masyarakat terhadap suatu program merupakan hal yang wajar karena setiap kelompok memiliki prioritas kebutuhan yang berbeda.
Karena itu, pemerintah dinilai perlu memastikan bahwa program sosial berjalan seiring dengan penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi masyarakat.
Andi Gani juga menekankan pentingnya keseimbangan antara program bantuan sosial dan kebijakan ekonomi yang mampu menciptakan peluang kerja baru bagi masyarakat.
Menurutnya, pekerja membutuhkan kepastian masa depan, akses pekerjaan yang layak, dan perlindungan ekonomi yang stabil.
Di sisi lain, pengamat sosial menilai diskusi mengenai MBG menunjukkan bahwa masyarakat semakin aktif menyampaikan aspirasi terkait kebijakan publik dan dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari.
Hal tersebut dianggap penting dalam demokrasi karena dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam menyusun program yang lebih tepat sasaran.
Masyarakat pekerja berharap kebijakan ekonomi dan sosial ke depan tidak hanya membantu kebutuhan jangka pendek, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan secara berkelanjutan.
Dengan pernyataan tersebut, Andi Gani menegaskan bahwa persoalan utama yang masih dirasakan banyak buruh saat ini adalah kebutuhan terhadap lapangan kerja dan kepastian ekonomi, di samping berbagai program sosial yang tengah dijalankan pemerintah.





