Jakarta, 9 September 2026 – Dokter sekaligus pengusaha kecantikan Richard Lee masih menjalani masa penahanan di Lembaga Pemasyarakatan Pemuda Kelas IIA Tangerang di tengah proses persidangan perkara dugaan pelanggaran perlindungan konsumen dan ketentuan kesehatan. Kondisi Richard selama berada di balik jeruji ikut menjadi perhatian setelah dirinya beberapa kali mengeluhkan penurunan kesehatan di hadapan majelis hakim. Ia mengaku berat badannya turun sekitar lima kilogram selama menjalani proses hukum tersebut. Richard juga sempat mengalami gangguan kesehatan hingga membutuhkan penanganan di klinik lapas. Kondisi itu membuat dirinya dan tim kuasa hukum kembali berharap majelis hakim mempertimbangkan pengalihan status penahanan menjadi tahanan rumah atau tahanan kota.
Richard sebelumnya mulai menjalani proses penahanan setelah perkara yang menjeratnya memasuki tahapan hukum lebih lanjut. Kasus tersebut berkaitan dengan dugaan pelanggaran dalam peredaran dan informasi produk kecantikan yang dilaporkan oleh Samira Farahnaz atau yang dikenal sebagai Dokter Detektif. Richard kemudian menghadapi persidangan sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri Tangerang. Selama proses tersebut berjalan, ia tetap harus mengikuti agenda pemeriksaan saksi dan tahapan persidangan lainnya dari dalam penahanan. Richard dan tim hukumnya menegaskan akan tetap mengikuti proses hukum serta berusaha membuktikan pembelaan mereka di persidangan.
Kondisi fisik Richard mulai menjadi perhatian ketika ia mengungkap berat badannya telah berkurang sekitar lima kilogram. Keluhan tersebut disampaikan langsung kepada majelis hakim ketika mengikuti persidangan pada Agustus lalu. Richard mengatakan dirinya berusaha menjaga kesehatan selama menjalani penahanan, tetapi perubahan rutinitas dan padatnya agenda persidangan memberikan pengaruh terhadap kondisi tubuhnya. Penampilannya dalam beberapa persidangan juga terlihat lebih kurus dibandingkan sebelum menjalani masa penahanan. Ia berharap kondisi kesehatannya dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam pelaksanaan agenda sidang berikutnya.
Richard juga pernah mengeluhkan kelelahan setelah harus mengikuti rangkaian persidangan hingga malam hari. Dalam salah satu kesempatan, ia mengatakan baru kembali dari persidangan sekitar pukul 23.30 WIB. Pada hari berikutnya, kondisi tubuhnya menurun hingga harus dibawa ke klinik untuk mendapatkan pemeriksaan. Richard mengaku saat itu mengalami sesak napas dan membutuhkan bantuan oksigen. Pengalaman tersebut kemudian menjadi salah satu alasan dirinya meminta perhatian lebih terhadap kondisi kesehatan selama proses persidangan berlangsung.
Menurut keterangan Richard di persidangan, pemeriksaan saat dirinya mengalami gangguan kesehatan menunjukkan saturasi oksigen sempat berada pada angka 89 persen. Ia kemudian mendapatkan oksigen dan disebut memperoleh saran untuk menjalani pemeriksaan atau perawatan lanjutan. Richard menyampaikan keluhan karena proses rujukan yang diharapkannya belum terealisasi ketika kondisi tersebut terjadi. Meski demikian, dalam perkembangan berikutnya ia mengatakan kondisi tubuhnya berangsur membaik. Richard tetap berusaha mengikuti agenda persidangan meskipun mengakui kondisi fisiknya belum sepenuhnya kembali seperti sebelum ditahan.
Keluhan kesehatan lainnya pernah muncul pada Juli ketika tim kuasa hukum mengungkap Richard sempat pingsan di dalam sel. Kondisi tersebut dikaitkan dengan proses pengurangan dosis obat yang dilakukan Richard secara mandiri. Ia mengaku sebelumnya mengonsumsi Amitriptyline selama beberapa bulan dan memahami bahwa penghentian maupun pengurangan penggunaannya perlu dilakukan secara hati-hati. Tim hukum menyatakan proses tersebut idealnya berada dalam pengawasan medis yang sesuai. Peristiwa itu kemudian digunakan sebagai salah satu dasar permohonan agar Richard mendapatkan kesempatan menjalani perawatan yang lebih memadai.
Richard menegaskan permintaan pengalihan penahanan bukan dimaksudkan untuk menghindari persidangan. Ia menyatakan bersedia hadir dan mengikuti seluruh proses hukum apabila status penahanannya dialihkan. Tim kuasa hukum berharap Richard dapat menjadi tahanan rumah atau tahanan kota sehingga memiliki akses lebih mudah terhadap pemeriksaan medis dan rawat jalan. Mereka juga menyatakan kesiapan memberikan jaminan bahwa Richard tidak akan melarikan diri maupun menghambat jalannya perkara. Keputusan mengenai pengalihan penahanan tetap menjadi kewenangan majelis hakim dengan mempertimbangkan ketentuan hukum dan dokumen pendukung yang diajukan.
Majelis hakim sebelumnya telah memberikan penjelasan mengenai persyaratan medis yang diperlukan untuk mempertimbangkan permohonan tersebut. Surat keterangan yang disampaikan tim Richard pada salah satu persidangan disebut masih berupa izin untuk menjalani pengobatan dan belum merupakan rekomendasi rawat inap dari dokter lapas. Majelis meminta dokumen medis diperbarui apabila tim hukum ingin permohonan pengalihan penahanan kembali dipertimbangkan. Rujukan dari dokter yang menangani Richard menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Dengan demikian, keluhan kesehatan tidak secara otomatis membuat status penahanan dapat dialihkan tanpa memenuhi prosedur yang berlaku.
Kondisi Richard kembali mendapat perhatian ketika mengikuti persidangan pada 26 Agustus 2026. Ia mengatakan telah menunggu hampir 10 jam sejak pagi dan merasa tidak lagi memiliki kondisi fisik serta konsentrasi yang cukup untuk mengikuti pemeriksaan hingga larut malam. Richard meminta persidangan ditunda karena khawatir kondisi kesehatannya kembali memburuk. Jaksa Penuntut Umum sempat mengusulkan agar setidaknya satu saksi tetap diperiksa karena saksi juga telah menunggu sejak pagi. Namun, setelah mempertimbangkan kondisi terdakwa, agenda persidangan pada akhirnya tidak dilanjutkan seperti rencana awal.
Di tengah kondisi tersebut, Richard tetap menyatakan keinginannya untuk menghadapi perkara dan memberikan penjelasan melalui mekanisme persidangan. Ia merasa proses yang telah berlangsung selama beberapa bulan harus tetap dijalani agar dirinya memperoleh kesempatan menyampaikan pembelaan. Kondisi fisiknya belakangan disebut mulai mengalami perbaikan meskipun belum sepenuhnya stabil. Richard mengaku tetap berusaha hadir dalam persidangan karena ingin perkara yang menjeratnya dapat menjadi jelas melalui proses hukum. Pernyataan tersebut sekaligus menjadi dasar bagi tim kuasa hukum untuk menegaskan bahwa permintaan tahanan rumah tidak dimaksudkan untuk menghindari tanggung jawab hukum.
Perkara Richard Lee sendiri masih berjalan sehingga seluruh tuduhan yang dialamatkan kepadanya tetap harus dibuktikan melalui persidangan. Majelis hakim akan menilai keterangan saksi, barang bukti, serta argumentasi jaksa dan tim pembela sebelum mengambil keputusan mengenai perkara tersebut. Permohonan pengalihan penahanan juga menjadi persoalan terpisah yang akan dipertimbangkan berdasarkan persyaratan hukum dan kondisi terdakwa. Di tengah proses tersebut, penurunan berat badan sekitar lima kilogram, riwayat pingsan, serta gangguan kesehatan yang pernah dialami Richard menjadi perhatian tim kuasa hukumnya. Untuk sementara, Richard tetap harus menjalani proses hukum sambil menunggu keputusan apakah harapannya memperoleh pengalihan menjadi tahanan rumah atau tahanan kota dapat dikabulkan.





